“Attention citizens of the world, we are anonymous, We wish to get your attention, hoping you heed the warnings as follows: Your medium of communication you all so dearly adore will be destroyed. If you are a willing hacktivist or a guy who just wants to protect the freedom of information then join the cause and kill facebook for the sake of your own privacy.”
Baru-baru ini kita dikejutkan dengan sekelompok orang yang mengancam akan menyerang situs sosial Facebook.com pada tanggal 5 November 2011, seperti dilansir dari World Tech Update, kelompok yang menamakan dirinya sebagai Anonymous Hacker itu mengupload video di Youtube untuk menampung dukungan yang intinya adalah ancaman untuk membunuh Facebook karena dianggap telah mencuri data-data privasi orang dan dianggap telah menjual informasi-informasi kepada pemerintah.
Kelompok hacker itu ditengarai sebagai pendukung Wikilieaks yang mana pendirinya Julian Assange ditangkap dan sedang diproses oleh pengadilan internasional. Anonymous Hacker juga menyerukan kepada semua orang agar segera menutup account di Facebook. Mereka menyerukan “Meskipun kita telah menghapus data-data pribadi di situs jejaring sosial itu, tetapi data-data itu tetap tersimpan di Facebook” demikian pernyataan kelompok hacker itu dalam videonya yang berdurasi sekira 2 menit 31 detik itu. Namun, sekelompok ahli IT berpendapat bahwa mungkin saja ancaman itu palsu atau hoax.
Jika kita perhatikan cara-cara Anarkis semacam ini mirip dengan film “V for Vendetta” . Film itu mengambil latar belakang Inggris ketika berada di bawah kepemimpinan rezim yang totaliter. Seorang individu yang menyebut dirinya V, dengan mengenakan kostum ala Guy Fawkes mulai mengambil tanggung jawab atas semua hal yang terjadi dan mulai melancarkan propaganda yang dikenal dengan istilah “propaganda by deed”. Aksinya dimulai pada tanggal 5 November. Tanggal ini dipilih untuk menghormati di mana Guy Fawkes melakukan aksi peledakkan gedung parlemen Inggris pada abad ke-17 yang gagal—kisah mengenai Guy Fawkes sendiri adalah kisah yang nyata terjadi. (Wikipedia)
Kita tunggu saja apakah Anonymous benar-benar membunuh situs jejaring sosial terbesar itu atau apakah Facebook akan meningkatkan keamanan yang ekstra lebih untuk menangkal ancaman tersebut. Sejauh ini belum ada komentar dari pihak facebook.
“we are anonymous, we do not forgive, we do not forget, expect us” (Nopan Rahardi)
Dunia masih diembel-embeli krisis ekonomi yang berlangsung lama. Bisnis lebih parah dari sekarang, keresahan sosial mengganggu ketenangan masyarakat.
Duh, sebelum ambil keputusan-tindakan atas pilihan penting atau tidak penting hendaknya harus dipikirkan lebih dulu secara panjaaaang dampaknya. Dapat dimulai dari lahirnya asumsi terburuk dan diakhiri dengan harapan-harapan terbagus. Hidup memang harus repot, untuk saat ini agar enteng masalah.
Teringat pepatah kuno dari Arab/Cina, “orang yang tak menghargai masa lalunya, tak punya masa depan”. Membaca jiwa zaman saat ini, ditengah situasi yang serba tak pasti, ku tak mau melamun hampir mati. Hidup ini berat bung!Dunia masih diembel-embeli krisis ekonomi yang berlangsung lama. Bisnis lebih parah dari sekarang, keresahan sosial mengganggu ketenangan masyarakat.
Duh, sebelum ambil keputusan-tindakan atas pilihan penting atau tidak penting hendaknya harus dipikirkan lebih dulu secara panjaaaang dampaknya. Dapat dimulai dari lahirnya asumsi terburuk dan diakhiri dengan harapan-harapan terbagus. Hidup memang harus repot, untuk saat ini agar enteng masalah.
Teringat pepatah kuno dari Arab/Cina, “orang yang tak menghargai masa lalunya, tak punya masa depan”. Membaca jiwa zaman saat ini, ditengah situasi yang serba tak pasti, ku tak mau melamun hampir mati. Hidup ini berat bung!
Setiap pengembara jiwa berjalan di dunia ini dengan menenteng dua buah tas koper. Koper yang pertama berisi banyak tantangan. Hal ini mengusik seumur hidup. Koper kedua berisi penuh dengan bakat dan kekuatan untuk mengatasi tantangan. Koper pertama sudah terbuka untukmu sementara koper yang kedua harus engkau buka sendiri.
Dengan memiliki otak berarti manusia tak hanya sekadar mengetahui, tetapi paham bagaimana seluk-beluk segala sesuatu. Manusia sering bergelut dengan frustasi di setiap harinya. Beberapa orang dapat berfikir secara “akademis” untuk menemukan jawabannya. Namun ada pula yang berfikir hanya terkait dengan profesi sehari-harinya. Tak mau berfikir jauh dan mendalam -asal profesi saya menguntungkan. Sebenarnya manusia punya jawaban-jawaban sendiri atas segala pertanyaan. Orang masih bisa sadar berfikir jika ia berfikir tentang keberadaannya dan menyadarinya. Meski tak ada parameter pasti, seorang manusia mampu menikmati level tekanan stres tertinggi dibanding seekor sapi, sebagai contoh.
Hal ini mendorong manusia menjadi kreatif untuk berinovasi, imajinatif dalam meracik ramuan tumbuhan menjadi puyer guna menangani sakit kepala. Menyenangkan punya otak dan menyehatkan bila alami stress.
Welcome to the MOTD Project sponsored by the SDF Public Access UNIX System. This is a free generic WordPress site – to get started, login to your account and Delete or Edit this post.